Senin, 15 Juni 2009 | 18:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Iklan kampanye "Setuju Satu Putaran Saja" yang dilancarkan oleh kubu pasangan capres-cawapres Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dinilai merupakan usaha pembodohan publik. Mereka beralasan, pemilu presiden sekali putaran dapat menghemat biaya sehingga efisiensi tercipta.
"Ini pengebirian hak rakyat. Upaya ini adalah kumpulan omong kosong yang dilembagakan," ujar dosen Jurusan Filsafat UI Rocky Gerung di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Senin (15/6).
Rocky juga mengatakan, saat ini pemerintahan telah mengalami demisioner secara faktual karena presiden dan wakil presiden turun ke jalan untuk berkampanye. Begitu pula para anggota kabinet menteri yang turut menjadi anggota tim sukses pasangan capres-cawapres.
Terkait janji SBY-JK yang sepakat untuk tetap mengawal pemerintahan hingga masa jabatan berakhir, Rocky menilai hal tersebut hanya bualan belaka. Keduanya saat ini terlibat persaingan ketat memperebutkan kursi kepresidenan.
Hal ini diamini oleh Direktur Lembaga Riset Informasi Johan O Silalahi. "Saat ini, semua peran-peran kunci diambil oleh SBY. JK tidak diberikan lagi peran kunci, seperti pembangunan mercusuar, karena ditakutkan popularitasnya meningkat," ujar Johan.
sumber : http://nasional.kompas.com/read/xml/2009/06/15/18075856/pembodohan.iklan.kampanye.satu.putaran.
Selengkapnya...
Pembodohan, Iklan Kampanye Satu Putaran
by PMF 2003 | 14.37 in Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres, Pemilihan Presiden | komentar (0)
Nomor Urut Capres dan Cawapres.
by PMF 2003 | 01.35 in Berita, Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres, Pemilihan Presiden | komentar (1)

Nomor Urut Pasangan Capres dan Cawapres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan nomor urut pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (Capres-Cawapres) yang akan maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 8 Juli 2009 melalui undian yang dilangsungkan di gedung KPU, Jakarta, Sabtu (30/5).
Pengambilan Nomor urut dilakukan berdasarkan pendaftaran yang dilakukan oleh ketiga pasangan Capres dan Cawapres. Pasangan JK-WIN yang pertama mengambil nomor urut, kemudian disusul oleh pasangan SBY-Berbudi dan terakhir pasangan Mega_Pro yang mengambil nomor urut.
Setelah ketiga pasangan Capres dan Cawapres ini mengambil nomor urut,
secara bersamaan mereka membuka nomor urut tersebut.
Pasangan Mega-Pro mendapatkan nomor urut pertama (1) sedangkan SBY_Berbudi mendapatkan nomor urut kedua (2) dan JK_WIN mendapatkan nomor urut paling buncit yaitu ke-3.
Ada beberapa hal menarik yang bisa diperhatikan pada acara pengundian nomor urut tersebut. Diantaranya adalah pasangan JK_WIN sepertinya sudah mempersiapkan kertas bertuliskan ketiga nomor antara 1,2, dan 3. Sehingga ketika pasangan JK-WIN mendapatkan nomor urut ke-3, serempak tim suksesnya mengangkat kertas yang bertuliskan nomor 3 besar-besar. Paling tidak hal ini menunjukkan pasangan JK-WIN mempunyai persiapan yang matang sebelum acara pengambilan nomor urut ini.
Lain halnya dengan pasangan SBY-Berbudi dengan Mega-Pro. Diantara kedua pasangan ini terjadi sebuah peristiwa "bersejarah". Khususnya antara Megawati dan SBY. Setelah acara pengambilan nomor urut ini keduanya terlihat berjabat tangan, keduanya baru "bisa" berjabat tangan kembali setelah sebelumnya selama lima tahun tercitrakan dalam sebuah "perang dingin" diantara keduanya.
Apakah nomor urut akan mempengaruhi suara pada pemilu nanti, itu relatif. Namun yang paling penting dan yang diharapkan oleh segenap bangsa Indonesia, berapapun nomor urutnya,siapapun nanti yang terplihnya, jadikanlah rakyat dan bangsa Indonesia ini menjadi lebih baik lagi. Lebih baik dalam segala lini kehidupan dan kebangsaan. Setuju..??!! Bagaimana komentar anda mengenai nomor urut ini?
Selengkapnya...

